Analisis Korosi Logam Tembaga dan Aluminium pada Biodiesel yang Disintesis dari Minyak Goreng Bekas

Main Article Content

Adhi Setiawan
Nora Amelia Novitrie
Lukman Ashari

Abstract

Biodiesel adalah salah satu bahan bakar
alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi masalah
krisis energi di masa mendatang. Penggunaan biodiesel
berpotensi menimbulkan korosi pada logam terutama aluminium
dan tembaga. Hal ini disebabkan biodiesel bersifat higroskopis
serta mudah teroksidasi menghasilkan asam lemak bebas yang
berpotensi menimbulkan korosi. Pada penelitian ini bertujuan
untuk mensintesis biodiesel dari minyak goreng bekas serta
menganalisis korosivitasnya terhadap logam aluminium dan
tembaga. Pengujian komposisi FAME dari biodiesel dilakukan
dengan menggunakan metode GC-MS sedangkan pengujian
korosi dilakukan dengan metode immersi berdasarkan ASTM G-
31 pada suhu biodiesel 30 oC dan 70 oC selama 40 hari. Hasil uji
GC-MS menunjukkan bahwa kadar FAME dari biodiesel
sebesar 98,41% dengan komposisi terbesar berupa asam oleat
sebesar 45,54%. Uji immersi menunjukkan bahwa laju korosi
logam aluminium dan tembaga pada biodiesel dengan suhu 30 oC
lebih tinggi dibandingkan dengan suhu 70 oC yaitu masingmasing
sebesar 0,1217 mmy dan 0,043 mmy. Uji SEM
menunjukkan bahwa pada suhu yang rendah korosi pada Al dan
Cu terjadi secara signifikan dengan ditandai terbentuknya pit.
Kandungan air dan densitas dari biodiesel meningkat selama
penyimpanan terutama pada suhu 30 oC bila dibandingkan
dengan kondisi sebelum mengalami uji immersi.

Article Details

Section
Science and applied technology

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>