Pemanfaatan Limbah Fiber Kelapa Sawit Sebagai Komposit Dengan Matriks Resin Epoksi

Main Article Content

Adhi Setiawan
Emie Santoso
George Endri Kusuma

Abstract

Penggunaan serat selulosa sebagai penguat dalam produk material komposit polimer telah meningkat dalam dua dekade terakhir. Beberapa kelebihan yang dimilki oleh serat selulosa antara lain harganya murah, densitas yang rendah, jumlahnya melimpah, dan ramah lingkungan. Namun, penggunaan serat selulosa memiliki daya adhesi yang relatif lemah terhadap komponen matriks polimer sehingga sifat mekanik menjadi lebih rendah. Sabut kelapa sawit merupakan
salah satu limbah utama dalam industri pengolahan minyak goreng. Sabut kelapa sawit bersifat hidrofilik dan memiliki sejumlah besar gugus hidroksil. Sifat tersebut menghasilkan ikatan antarmuka yang relatif lemah antara matriks polimer yang bersifat hidrofobik dengan serat yang bersifat hidrofilik. Oleh karena itu diperlukan perlakuan basa (alkali treatment) terhadap serat selulosa untuk meningkatkan adhesi antarmuka matrik dan fiber. Penelitian ini bertujuan mensintesis komposit fiber dari sabut kelapa sawit yang diperkuat dengan polimer epoksi serta menganalisis pengaruh komposisi fiber terhadap
sifat mekanik komposit. Variasi konsentrasi fiber yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebesar tanpa fiber, 2, 4, 6, dan 8% wt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tensile strength maksimum terjadi pada konsentrasi fiber sebesar 8% dengan nilai tensile strength sebesar 21,6 Mpa. Hasil analisis
SEM menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi fiber menyebabkan terbentuknya void yang lebih banyak pada matriks sehingga berpotensi menurunkan tensile strenght komposit fiber.



Kata kunci— composite; epoxy; palm fiber; tensile strenght.

Article Details

Section
MASTER 2018