Relationship Between Work Duration and Lighting Conditions and Visual Fatigue Among Computer-Based Workers in the Customer Service Division of a Telecommunications Company
Hubungan Durasi Kerja dan Pencahayaan Terhadap Kelelahan Visual pada Pekerja Pengguna Komputer pada Bagian Pelayanan Pelanggan Perusahaan Telekomunikasi
Abstract
Kelelahan visual merupakan keluhan yang sering dialami pekerja pengguna komputer akibat penggunaan mata secara terus-menerus dalam jangka waktu lama. Faktor yang diduga berhubungan dengan kelelahan visual meliputi durasi kerja, intensitas pencahayaan, jarak monitor, kelainan refraksi mata, istirahat mata, dan penggunaan alat bantu penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan keluhan kelelahan visual pada pekerja pengguna komputer pada bagian pelayanan pelanggan Perusahaan Telekomunikasi serta menyusun rekomendasi pengendalian. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 45 pekerja yang dipilih menggunakan total sampling. Kelelahan visual diukur menggunakan Asthenopia Symptoms Questionnaire (ASQ-17) yang telah memenuhi kriteria validitas dengan nilai r hitung > r tabel (0,294) dan nilai signifikansi < 0,05. Instrumen juga memenuhi kriteria reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,937, serta seluruh nilai Cronbach's Alpha if Item Deleted lebih kecil dibandingkan nilai Cronbach's Alpha keseluruhan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi kerja (p=0,019), jarak pandang mata ke layar monitor (p=0,002), dan kelainan refraksi mata (p=0,029) berhubungan signifikan dengan keluhan kelelahan visual. Sementara itu, intensitas pencahayaan (p=0,957), istirahat mata (p=0,875), dan penggunaan alat bantu penglihatan (p=0,138) tidak berhubungan signifikan dengan keluhan kelelahan visual. Hasil uji serentak menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berhubungan dengan kelelahan visual (p=0,003). Upaya pengendalian dapat dilakukan melalui pengaturan durasi kerja, penerapan ergonomi workstation, dan pemeriksaan mata secara berkala.