ANALISIS PENGARUH ACTIVE FLUX TIO2 DAN CR2O3 PENGELASAN A-TIG UNTUK PENYIMPANAN UAP PANAS PEMBANGKIT LISTRIK

Main Article Content

Dika Anggara
Eriek W.R. Widodo
Moch. Karim Al Amin
Priyambodo Nur Adi Nugroho
Rayvaldo Pradana Riestian

Abstract

Salah satu kelemahan pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) pada penyambungan dissimilar material untuk aplikasi penyimpan uap panas di pembangkit listrik adalah hasil penetrasi yang dangkal. Pengembangan terus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut hingga ditemukan metode A-TIG (Activated Tungsten Inert Gas) untuk meningkatkan kedalaman penetrasi. A-TIG merupakan salah satu pengelasan yang memanfaatkan oksida logam yang berbentuk pasta. Pada penelitian ini digunakan jenis active flux TiO2 dan Cr2O3 ditinjau dari kedalaman penetrasi, kekerasan dan strukturmikro dari sambungan las. Kedalaman penetrasi dengan aktif flux Cr2O3 lebih dalam dibandingkan dengan TiO2. Nilai kekerasan tertinggi pada aktif fluks TiO2 sebesar 375,81 HVN di daerah weld metal, sedangkan nilai kekerasan terendah pada daerah HAZ stainless steel yaitu 194,56 HVN. Nilai kekerasan tertinggi pada aktif fluks Cr2O3 yaitu 409,78 HVN, sedangkan nilai kekerasan terendah didiapat pada daerah HAZ carbon steel dengan nilai sebesar 170,03 HVN. Pada daerah heat affected zone carbon steel terdapat sturktur mikro grain boundary ferrite, acicular ferrite, bainite, dan perlite. Sementara itu, pada bagian weld metal terdapat grain boundary ferrite, bainite, dan pearlite. Heat affeceted zone stainless steel terjadi pertumbuhan dendrite ferrite yang tumbuh melalui weld metal.

Article Details

Section
Articles