Mekanisme Sintesis Komposit Berpenguat Serat Bambu Dengan Variasi Komposisi Sebagai Aplikasi Material Lambung Kapal

Main Article Content

Widya Emilia Primaningtyas
Benedicta Dian Alfanda
Kiki Wulandari
Muhammad Aan Prandika
Suheni Suheni

Abstract

Ketesediaan material menjadi sektor penting dalam mendukung pertumbuhan industri transportasi laut yang kian pesat. Kebutuhan kapal yang kuat namun ringan menjadi tantangan bagi sektor material dalam industri transportasi laut. Potensi sumber daya alam Indonesia yang besar, khususnya bambu petung (Dendrocalamus asper), dengan peningkatan hampir 35% produksi bambu per tahun, memberikan tantangan untuk memanfaatkannya, terutama pada aplikasi lambung kapal. Proses delignifikasi dilakukan dalam upaya mengurangi berat serat bambu, yakni dengan perendaman dengan menggunakan NaOH 2,3 M selama 10 jam. Fabrikasi komposit dilakukan dengan metode hand lay-up dengan komposisi unsur penguat dan matriks dalam persentase volume masing-masing 25:75%, 35:65%, dan 45:55%. Sampel uji tarik dibuat merujuk pada ASTM D3039. Hasil pengujian menunjukkan kekuatan tarik terbesar sebesar 7.99 ± 0.39 MPa dengan bobot paling ringan sebesar 8.25 ± 0.05 g diperoleh dari 45:55% komposisi (unsur penguat : matriks). Peningkatan kuat tarik yang dihasilkan, berbanding lurus dengan penambahan unsur penguat pada tiap variasi komposit. Hal itu, berbanding terbalik dengan bobot komposit yang dihasilkan. Metode delignifikasi yang digunakan terbukti efektif menurunkan densitas bambu hingga 23%.

Article Details

Section
Articles