Analisis Efektivitas Mesin Shot Blasting dan Painting Menggunakan OEE serta Perencanaan TPM

Main Article Content

Farah Kartika Bias Arum
Priyo Agus Setiawan
Aulia Nadia Rachmat

Abstract

Mesin shot blasting dan painting merupakan suatu proses pembersihan material pelat dengan penembakan (shot blasting) dan kemudian dilakukan pengecatan (painting) pada pelat. Mesin shot blasting dan painting ini sering mengalami terjadinya kegagalan komponen, sehingga menjadi salah satu mesin utama dengan downtime paling tinggi. Oleh karenanya, untuk meminimalisir jumlah downtime maka perlunya menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM). TPM merupakan pengembangan dari productive maintenance bertujuan untuk mengukur efektifitas yang diukur menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Six Big Losses mencari penyebab jenis kerugian yang mempengaruhi efektivitas mesin. Kerugian tersebut selanjutnya diidentifikasi menggunakan Fishbone Diagram untuk mengetahui penyebab kerugian. Selanjutnya mengidentifikasi Failure Mode, Effect and Criticality Analysis (FMECA) untuk mengetahui tingkat kekritisan mode kegagalan komponen. Rata-rata nilai OEE mesin ini dibawah standar JIPM, yaitu 70,09%. Kerugian yang paling mempengaruhi efektivitas mesin adalah reduced speed losses sebesar 59,10%. Hasil identifikasi FMECA, didapatkan nilai criticality ranking tertinggi sebesar 1,5473 x 10-1 yaitu screw conveyor dengan mode kegagalan motor penggerak mengalami trip. Rekomendasi 8 Pilar TPM pada penelitian ini berdasarkan hasil analisis OEE yaitu meningkatkan hasil performance rate dan quality rate serta berdasarkan hasil analisis six big losses, fishbone diagram, dan FMECA.

Article Details

Section
Articles