Perancangan Pre Fire Planning berdasarkan NFPA di Perusahaan Minyak dan Gas

Main Article Content

Wanda Auruma
Mohamad Hakam
Am Maisarah Disrinama

Abstract

Perusahaan minyak dan gas ini mempunyai peran sebagai agen pembangunan yang harus tetap konsisten menjaga terjaminnya ketersediaan Gas Nasional, serta senantiasa berupaya mewujudkan kedaulatan energi. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka semakin besar pula resiko bahaya kebakaran dan kecelakaan yang mungkin timbul. Disini peran pre-fire planning sangat penting untuk menunjang keselamatan kesehatan kerja, pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta pengendalian pencemaran lingkungan. Sebelumnya telah dilakukan review kajian pre fire planning pressure vessel F-002 PT Pertamina Gas Area Kalimantan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu penerapan manajemen HSE untuk mengantisipasi kejadian besar (major incident) disetiap lokasi kerja yang memerlukan upaya khusus untuk menanggulangi kebakaran dan hal-hal yang berpotensi menghentikan kegiatan operasi normal. Dari hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penilaian pre fire planning dengan menggunakan fire assessment dan mengetahui bagaimana perancangan pre fire planning yang harus dilakukan pada station meter di perusahaan minyak dan gas. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu (1) pendefinisian (define) untuk mengetahui kebutuhan awal dalam mengembangkan pre fire planning, (2) membandingkan hasil observasi lapangan dengan standar NFPA, (3) perancangan (design) tahapan pembuatan desain layout, dan (4) membuat dokumen pre fire planning. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang diungkapkan dalam perhitungan berdasarkan acuan NFPA. Didapatkan hasil perancangan untuk pintu darurat dengan minimal memiliki 2 pintu darurat dengan lebar bersih 32” (810mm), dimana untuk 1 pintu darurat harus memiliki kriteria yang sudah ditentukan oleh NFPA 101. Perancangan APAR untuk hazard kelas A dan C pada setiap ruangan berjumlah 1 dan pada station metering distribusi gas memiliki kelas B berjumlah 4 APAR hal tersebut sesuai dengan ketentuan NFPA 10. Pada perancangan heat dan smoke detector dengan tipe smooth ceiling,perlu dilakukan redesign dengan acuan NFPA 72. Diperlukan pemasangan sprinkler untuk meeting room dan pantry dengan masing-masing 3 dan 2 head sprinkler dengan total kebutuhan air 7.2 m2, perhitungan tersebut berdasarkan standar NFPA 13. Pilar hydrant yang dibutuhkan pada plant ini sebanyak 6 buah dan termasuk klasifikasi hydrant III. Dengan itu kebutuhan air minimum 170.37m3 dengan perkiraan kebutuhan daya pompa 5.23047kW, perhitungan itu berdasarkan NFPA 14.

Article Details

Section
Articles