DISEMINASI PEMBUATAN PAPLAS (PAVING PLASTIK) SEBAGAI SARANA DEMARKASI AREA POTENSI BAHAYA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Main Article Content

Widya Emilia Primaningtyas
Agung Prasetyo Utomo
Kiki Dwi Wulandari
Benedicta Dian Alfanda
Luqman Cahyono
Mahasin Maulana Ahmad
Sri Sugiartiningsih
Mirna Apriani
Anggara Trisna Nugraha
Nurvita Arumsari
Rudianto Rudianto

Abstract

Sejumlah lebih dari 64 juta ton per tahun sampah plastik dihasilkan di Indonesia. Sebanyak 3,2 juta ton atau sejumlah 10 miliar lembar per tahun di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Indonesia merupakan negara yang memiliki garis pantai yang luas dan membentang, dimana memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang belum terkelola dengan baik. Sekolah dan kantor menjadi salah satu area penyumbang sampah plastik dalam jumlah yang cukup besar. Lebih dari 35% sampah plastik berasal dari sekolah dan kantor. Sampah plastik merupakan sampah yang tingkat degradabilitas terhadap lingkungannya bernilai mendekati nol persen. Pengelolaan sampah plastik yang kurang baik di darat maupun di laut bukan hanya akan mencemari lingkungan tetapi juga mengancam ekosistem yang ada didalamnya. Dalam upaya rehabilitasi ekosistem, dengan melakukan proses daur ulang dari sampah plastik, “Tim PAPLAS” melakukan kegiatan pengabdian masyarakat perihal pembuatan produk paving plastik di SMK Negeri 1 Situbondo. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk diseminasi yang berjalan dalam 1 hari yang memuat proses pembuatan PAPLAS (Paving Plastik), ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diseminasi ini dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan penyelenggaraan kegiatan pada masa pandemic Covid -19. Kegiatan ini secara umum memberikan pembelajaran kepada sekolah untuk menjadi “Sekolah Minim Sampah” dimana memungkinkan muncul kelompok wirausaha produktif yang cakap dalam pengelolaan sampah plastik. Secara khusus, kegiatan ini menitikberatkan pada pelatihan skill mengolah sampah plastik dalam pembuatan paving plastik dan menghasilkan rekomendasi penggunaan PAPLAS sebagai demarkasi area potensi bahaya di area sekolah.

Article Details

Section
Articles