Teknik Pemasangan Pipa Air Minum Bawah Laut dengan Metode TT dari Pulau Tidore ke Pulau Maitara

Main Article Content

Witono Hardi
Tri Suyono

Abstract

Permasalahan air minum merupakan masalah yang sangat mendesak di Maluku Utara. Kondisi wilayahnya yang
berupa kepulauan yang mana tidak semua pulau memiliki sumber air minum yang memadai maka instalasi pipa
air minum bawah laut antar pulau merupakan salah satu cara untuk memecahkan masalah ini. Pulau Maitara
yang terkenal dengan pulau seribu rupiah adalah sebuah pulau kecil berjarak 1 km dari pulau Tidore merupakan
pulau yang tidak tersedia sumber air minum sendiri oleh karena itu dilakukan pemasangan pipa untuk
mengalirkan air minum dari pulau Tidore. Selat Maitara adalah selat sempit dengan kedalaman maksimum 60 m
merupakan daerah aman dari lalu lintas kapal, namun demikian arus lautnya sangat besar. Oleh karena itu perlu
diperhitungkan secara mendalam teknik pemasangan pipa bawah laut yang terbuat dari HDPE. Telah dilakukan
pemasangan pipa bawah laut dengan metode TT (tarik-tenggelamkan) yang menghubungkan P Maitara dengan P
Tidore. Tali pengarah yang selanjutnya disebut tali koordinat terbuat dari baja dipasang di sepanjang jalur yang
akan dilalui pipa selanjutnya dikunci mati di pinggir pantai. Pada badan pipa HDPE diameter 110 mm dipasang
cincin cincin tali. Dari arah pulau Tidore, cincin tali pada pipa dikaitkan di sepanjang tali koordinat dengan
ujung pipa ditarik ke arah pulau Maitara. Air laut masuk ke dalam pipa dan dijaga agar pipa tetap penuh air agar
tidak terjadi udara terjebak di dalam pipa. Pipa terus ditarik sampai daratan pulau Maitara. Selanjutnya dari arah
pulau Maitara, dimulai dari bagian pipa yang berada di tepi pantai, pemberat beton bertulang K700, 85 kg
dipasang pada pipa secara berurutan setiap 3 meter ke arah tidore. Secara perlahan lahan cincin tali dilepas
sehingga pipa mulai tenggelam berangsur angsur dimulai dari sisi maitara ke arah Tidore. Agar tidak terlalu
membebani tali koordinat, pelampung sementara dipasang di pipa pada bagian yang belum terpasang pemberat
tapi secara berangsur angsur dilepas dengan terpasangnya pemberat. Demikian pekerjaan dilakukan sampai
seluruh pipa tenggelam di dasar laut. Ada 3 jalur pipa terpasang berjajar dengan panjang masing masing pipa 1.6
km. Pekerjaan finishing dilakukan dengan melakukan penyelaman untuk memastikan pipa dan pemberatnya
berada di lokasi yang aman, tidak terganggu karang maupun palung laut yang bisa menyebabkan tegangan lokal
pada pipa yang dapat menyebabkan kegagalan.

Article Details

Section
Maritime energy