Penentuan Alternatif Pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah pada Restoran

Main Article Content

Aulia Rahman Adam
Ulvi Pri Astuti
Vivin Setiani

Abstract

Sektor bisnis kuliner beberapa tahun belakangan cukup berkembang pesat, mulai dari stan-stan makanan di pinggir jalan, warung, sampai dengan bisnis kuliner yang dikelola dengan serius seperti restoran. Air limbah hasil kegiatan restoran harus diolah hingga memenuhi baku mutu yang tertuang pada Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 tentang baku mutu air limbah domestik. Konsentrasi air limbah didapatkan nilainya dari beberapa data sekunder atau penelitian terdahulu, dan dipakai nilai konsentrasi air limbah yang tertinggi. Konsentrasi air limbah restoran yang digunakan untuk parameter BOD, COD, TSS dan minyak lemak (FOG) sebesar 2890 mg/l, 1890 mg/l, 2000 mg/l, dan 527 mg/l. Berdasarkan perhitungan, debit air limbah di dapatkan sebesar 9,873 m3/hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif IPAL sebagai acuan pemilihan unit IPAL pada jenis restoran, rumah makan atau sejenisnya. Alternatif pengolahan ditentukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu kualitas effluen, kemudahan operasi, kemudahan pemeliharaan, dan kebutuhan listrik. Disajikan 3 alternatif pengolahan dengan menggunakan pengolahan fisik dan biologis. Alternatif yang dipilih untuk mengolah air limbah restoran yaitu alternatif 1 yang terdiri dari unit grease trap, bak ekualisasi, bak pengendap awal, biofilter anaerob, biofilter aerob, dan bak pengendap akhir.

Article Details

Section
Articles