Penambahan Urin Sapi untuk Meningkatkan Kualitas Unsur Hara Makro Pupuk Organik Cair dari Limbah Cair Tahu

Main Article Content

Elin Riski Maylina
Tanti Utami Dewi
Tarikh Azis Ramadani

Abstract

Industri rumahan tahu banyak terdapat di Desa Klumutan, Kabupaten Madiun. Proses pembuatan tahu memerlukan air untuk digunakan dalam proses pencucian dan perebusan. Limbah cair yang dihasilkan memiliki nilai kadungan BOD, COD, TSS yang melebihi nilai baku mutu limbah cair berdasarkan Permen LH no 5 Tahun 2014. Nilai BOD yang tinggi dalam lingkungan perairan dapat mengurangi nilai DO dalam air dan menganggu ekosistem perairan. Nilai rasio BOD/COD sebesar 0,7 sehingga limbah cair pabrik tahu menunjukkan bahwa limbah biodegradable dan dapat diolah dengan pengolahan biologis. Pemanfaat limbah cair tahu sebagai pupuk akan menjadi solusi untuk mengatasi kerusakan lingkungan didaerah Desa Klumutan. Pembuatan pupuk cair dari limbah tahu juga dapat meningkatkan perekonomian karena dapat digunakan untuk tanaman warga dan dapat dijadikan produk untuk dijual. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mikroba EM4, mengetahui pengaruh penambahan urin sapi dan mengetahui pengaruh volume aerasi. Dalam penelitian kali ini limbah cair tahu akan dimanfaatkan sebagai pupuk cair dengan menggunakan EM4 penambahan urine sapi bertujuan untuk meningkatkan nilai N, P, dan K lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian sebelumnya sehingga pupuk cair dapat memenuhi nilai standar yang telah ditetapkan. Serta dilakukan pengadukan agar limbah tahu, urine dan mikroorganisme dapat tercampur dengan merata. Hasil dari penelitian volume aerasi berpengaruh pada penguraian kandungan C – organik, semakin tinggi volume aerasi semakin besar penurunan C – organik. Volume urin sapi berpengaruh pada peningkatan nilai nitrogen pada POC, semakin banyak volume yang ditambahan akan meningkatkan nilai nitrogen. Nilai nitrogen yang semakin tinggi berpengaruh pada pertumbuhan daun dan tinggi tanaman.

Article Details

Section
Articles