Pengaruh Komposisi, Waktu Fermentasi, dan Konsentrasi Saccharomyces cereviceae pada Pembuatan Bioetanol dari Sabut Siwalan (Borassus flabellifer) dan Kulit Pisang (Musa paradisiaca var. Raja)

Main Article Content

Chandra Nur Fariha
Adhi Setiawan
Tarikh Azis Ramadani

Abstract

Penggunaan energi di Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Pengurangan penggunaan
bahan bakar fosil harus dilakukan dengan cara menciptakan energi terbarukan seperti halnya bioetanol.
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sabut siwalan (Borassus flabellifer) dan kulit pisang (Musa
paradisiaca var. Raja) sebagai bahan baku pembuatan bioetanol melalui empat tahap, yaitu delignifikasi
pada bahan baku yang berfungsi untuk membuka struktur lignoselulosa, hidrolisis untuk memecah polimer
menjadi monomer-monomer sederhana, fermentasi menggunakan Saccharomyces cereviceae, dan distilasi.
Variasi dalam penelitian ini adalah variasi komposisi, variasi waktu fermentasi 5 hari, 7 hari, dan 9 hari, serta
variasi penambahan ragi dengan tanpa ragi, 3,6 gram, dan 7,2 gram. Pengukuran kadar etanol dilakukan
dengan cara mengukur densitas menggunakan piknometer dan neraca analitik kemudian dicocokkan dengan
Tabel Konversi Berat Jenis – Kadar Etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu
fermentasi semakin sedikit etanol yang dihasilkan, sedangkan semakin banyak massa ragi yang diberikan
semakin tinggi etanol yang dihasilkan. Variasi komposisi 100% kulit pisang dengan penambahan ragi 7,2
gram dalam waktu fermentasi 5 hari diperoleh kadar etanol terbaik sebesar 2,37% v/v.

Article Details

Section
Articles