Efektifitas kitosan limbah kulit udang dan Alumunium Sulfat sebagai koagulan dalam Penurunan TSS limbah cair domestik PT. Pelindo Energi Logistik

Main Article Content

Hafid Firmansyah
Adhi Setiawan
Novi Eka Mayangsari

Abstract

Alumunium Sulfat merupakan koagulan yang umum digunakan untuk menurunkan nilai padatan tersuspensi dalam suatu air limbah. Koagulan (Al2(SO4)3) memiliki sifat tidak mudah terdegradasi sehingga diperlukan koagulan alternatif yang lebih ramah lingkungan salah satunya menggunakan koagulan alami, seperti kitosan yang dibuat dari limbah kulit udang. Di Indonesia pada tahun 2019 ada sekitar 170 pengolahan udang dengan kapasitas produksi sebesar 500.000 ton pertahun. Jumlah yang cukup besar tersebut mendorong pemanfaatan limbah menjadi kitosan sebagai koagulan alami. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai derajat deasetilasi kitosan, efektifitas serta dosis kitosan kulit udang dalam menurunkan TSS, dan untuk mengetahui perbandingan efektifitas koagulan kitosan dan koagulan alumunium sulfat. Dosis koagulan tunggal yang digunakan yaitu 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250 ppm. Dosis minimum koagulan alumunium sulfat dan dosis dari koagulan kitosan yang akan dikombinasikan pada jartest yaitu sebesar 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, dan 80 ppm. Kecepatan pengadukan pada proses jartest yaitu sebesar 150 rpm (rapid mix) dan 60 rpm (slow mix). Dosis optimum koagulan tunggal alumunium sulfat mampu menurunkan TSS mencapai 75,88 % pada dosis 250 ppm. Dosis optimum kitosan yang ditambahkan dengan dosis tetap (Al2(SO4)3) 100 ppm yaitu sebesar 40 ppm dengan efisiensi penyisihan TSS sebesar 73,654 %.

Article Details

Section
Articles