Pemanfaatan Limbah Slag Baja sebagai Pengganti Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Batako

Main Article Content

Nurina Hapsari
Ridho Bayuaji
Moch. Luqman Ashari

Abstract

Limbah slag baja tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun, karena limbah slag baja termasuk limbah dari sumber spesifik dengan kategori bahaya 2. PT ISPAT INDO menghasilkan limbah slag baja sebanyak 120 kg/Ton baja dari proses type Electric Arc Furnace merupakan proses peleburan scrap, bagian scrap dimasak dalam BRF (Billet Reheating Furnace) bertemperatur 1600oC. Penelitian ini berupaya untuk memanfaatkan limbah slag baja sebagai material pengganti agregat halus yang digunakan sebagai batako. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh uji kuat tekan batako. Analisa yang digunakan berupa pengujian sifat fisik limbah slag baja. Hasil pengujian sifat fisik yaitu analisa gradasi slag baja dengan fineness modulus 2,16 telah memenuhi standar ASTM C-33, kelembaban pasir 29,87%, berat jenis 2,67 gram/cm3 telah memenuhi standar ASTM C128-78, kadar air resapan 1,46% telah memenuhi standar ASTM C128-93 dan SNI 03-1971-1990, kebersihan slag baja terhadap bahan organic termasuk kategori nomor 1 (bersih) telah memenuhi standar ASTM C-40-99, kebersihan slag baja terhadap lumpur 0% telah memenuhi standar ASTM C117-95 dan SNI 03-6820-2002, sehingga dapat disimpulkan bahwa limbah slag baja layak digunakan sebagai pemanfaatan pengganti agregat halus pada batako. Hasil pengujian kuat tekan batako memenuhi mutu II didapatkan pada komposisi 25% kuat tekan batako dipengaruhi oleh pemilihan agregat dan perencanaan komposisi bahan.

Article Details

Section
Articles