PENERAPAN FMEA UNTUK MENGANALISIS MODE KEGAGALAN FUNGSIONAL PADA REACH STACKER: STUDI KASUS PERUSAHAAN JASA TERMINAL PETI KEMAS
DOI:
https://doi.org/10.33863/cdma.v9i2.3724Keywords:
FMEA, reach stacker, RPNAbstract
Reach stacker adalah alat angkut dan bongkar muat barang dengan model kombinasi antara forklift dengan mobile crane yang biasa digunakan di Perusahaan Jasa Peti Kemas. Reach stacker terdiri dari bagian struktural, komponen mekanis, komponen elektrik, dan sistem kontrol. Reach stacker memiliki peranan penting dalam angkut dan bongkar muat peti kemas, sehingga sering mengalami kegagalan fungsi karena intensitas pemakaian yang tinggi. Oleh karena itu, dapat menyebabkan kegiatan angkut dan bongkar muat terhenti ataupun terhambat. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan akar permasalahan pada reach stacker dengan menganalisis sistem yang mengalami pemeliharaan karena kerusakan (breakdown maintenance). Data yang digunakan adalah data breakdown dan utilization reach stacker nomor 73 pada tahun 2021-2023. Metode analisis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mencari nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil perhitungan RPN dapat digunakan untuk mengetahui komponen mana yang lebih kritis dan harus didahulukukan dalam perbaikan dan perawatan yang perlu dilakukan. Dalam mengidentifikasi fungsi setiap komponen dibutuhkan Function Block Diagram (FBD) untuk membantu mempermudah penyusunan FMEA. Dengan menggunakan analisis kuantitatif melalui metode FMEA, diperoleh nilai RPN tertinggi pada komponen spreader yaitu kegagalan mekanisme twistlock macet dengan nilai sebesar 360. Dari hasil analisis diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menjaga keandalan reach stacker sehingga dapat menjaga produktivitas kerja.



