PERANCANGAN STRUKTUR MESIN SORTIR BIBIT TANAMAN MENGGUNAKAN METODE SCAMPER
DOI:
https://doi.org/10.33863/cdma.v9i1.3689Keywords:
konveyor, lengan robot, lidar sensor, metode SCAMPER, perancangan produkAbstract
Sektor pertanian Indonesia masih sangat bergantung pada metode manual dalam memantau kualitas bibit tanaman, yang sering kali menghasilkan penilaian yang tidak konsisten dan subjektif. Petani umumnya menilai bibit berdasarkan indikator visual seperti warna, ukuran, bentuk, dan tekstur daun. Proses ini tidak hanya rentan terhadap kesalahan manusia, tetapi juga memakan waktu, kurang efisien, dan sulit dilakukan dalam skala besar. Teknologi phenotyping menawarkan solusi dengan memungkinkan pemantauan dan klasifikasi secara presisi serta otomatis berdasarkan karakteristik fenotipe tanaman yang terukur. Meski demikian, penerapan teknologi phenotyping pada mesin pertanian praktis di Indonesia masih sangat terbatas, terutama pada sektor penyortiran bibit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur mesin sortir bibit tanaman yang mengintegrasikan teknologi phenotyping dengan metode SCAMPER sebagai kerangka desain kreatif. Metode SCAMPER digunakan untuk menghasilkan ide-ide inovatif melalui proses modifikasi, penggabungan, penggantian, adaptasi, serta penghapusan dan penyesuaian dari konsep yang telah ada. Desain akhir mencakup sistem konveyor untuk memindahkan bibit, lengan robot dengan tiga derajat kebebasan untuk proses sortir, serta sensor Intel RealSense untuk deteksi berbasis fenotipe. Struktur mesin dirancang untuk memastikan kekuatan mekanik, stabilitas operasional, dan fleksibilitas tinggi sehingga mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanaman. Integrasi komponen ini diharapkan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan skalabilitas proses sortir bibit, sekaligus mengatasi keterbatasan metode manual. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan peralatan pertanian cerdas dan menjadi referensi desain bagi otomatisasi sortir bibit di masa depan.



