PERANCANGAN OVERHEAD CRANE SWL 7 TON DI WORKSHOP 2 PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
DOI:
https://doi.org/10.33863/cdma.v9i1.3641Keywords:
desain struktural , FEM, metode dieter, overhead crane, SWLAbstract
Dalam industri manufaktur modern, efisiensi material handling menjadi kunci peningkatan produktivitas, di mana overhead crane memegang peran vital dalam memindahkan material berat. Workshop 2 saat ini dibatasi oleh kapasitas overhead crane SWL 5 ton yang kerap beroperasi mendekati beban maksimum, dengan kebutuhan pengangkatan mencapai 6,6 ton. Kondisi ini menuntut penggunaan dua crane secara bersamaan atau forklift, yang kurang efisien dan meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, tidak tersedianya overhead crane 7 ton sebagai produk standar di pasaran serta tingginya biaya pemesanan khusus menjadi kendala operasional. Penelitian ini merancang overhead crane SWL 7 ton melalui metode perancangan sistematis menurut George E. Dieter, meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan spesifikasi teknis, perancangan konsep produk, pemilihan konsep, dokumen pembuatan produk. Konsep desain 1 dipilih sebagai alternatif terbaik dengan skor tertinggi 8,25 karena kekuatan struktural optimal, distribusi beban merata, bobot ringan, dan kemudahan manufaktur. Analisis kekuatan struktur menggunakan Finite Element Method pada Fusion 360 menunjukkan bahwa girder memiliki tegangan maksimum 49,488 MPa, safety factor 5,08, dan defleksi maksimum 3,141 mm, sedangkan end carriage mencapai tegangan maksimum 43,33 MPa, safety factor 5,6, dan defleksi maksimum 0,467 mm. Seluruh parameter berada dalam batas aman sesuai PerMen No. 5 tahun 1985 dan PerMen No. 8 tahun 2020. Estimasi total biaya mencakup bahan baku dan komponen Rp153.368.082, serta fabrikasi Rp33.678.200, sehingga total mencapai Rp187.046.282. Desain ini memberikan solusi aman, efektif, dan ekonomis untuk peningkatan sistem material handling di Workshop 2.



