IMPLEMENTASI METODE SIX SIGMA UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI DI INDUSTRI KERAMIK
DOI:
https://doi.org/10.33863/cdma.v9i2.3622Keywords:
pengendalian kualitas, six sigma, peta kendali, diagram fishbone, FMEAAbstract
Perusahaan keramik di Kabupaten Mojokerto menghadapi tantangan pada tahap akhir proses
produksi sejak operasional Line C dimulai tahun 2023 untuk memproduksi keramik lantai granit
tipe glaze polish. Masalah utama yang sering muncul adalah tingginya tingkat cacat, terutama
pada tahap squaring. Cacat Gumpil Squaring mendominasi sebesar 40%, diikuti Diagonal Linier
29%, Chipping 16%, dan Trapesium 15%. dengan adanya masalah tersebut pengendalian kualitas
sangat ditekankan, salah satunya adalah penerapan metode Six Sigma dengan pendekatan
DMAIC. Dari analisis menggunakan diagram fishbone dan metode FMEA, ditemukan lima
penyebab utama cacat Gumpil Squaring adalah operator kurang teliti, keramik gumpil sebelum
pemotongan akibat guide transportasi aus dan gerinda malfungsi, ketidakrataan antar grinding
wheel, pisau grinding wheel gumpil/rusak, serta tidak adanya pengecekan kualitas pada in squaring
1. Upaya perbaikan meliputi: pengecekan kualitas in squaring 1 setiap 30 menit, penambahan
kategori cacat dalam IK, pembuatan form checklist grinding wheel, penggantian guide, penilaian
berkala kepada operator, penggantian ulang gerinda dan perbaikan Standard Aus Grinding Wheel
Squaring 1 dan 2 (R:1-2 dan L:1-2) maksimal sisa 3 mm.



