Analisa Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Penentuan Harga Jual Screw Mixer dengan Metode Activity Based Costing (ABC) System (Studi Kasus pada PT. Srikaya Putra Mas)

  • Yuria Riski Lestari
  • Renanda Nia Rachmadita
  • R.A Norromadani Yuniati
Keywords: Activity Based Costing System, Harga Jual, Harga Pokok Produksi

Abstract

PT. Srikaya Putra Mas (SPM) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan fabrikasi di Indonesia yang memproduksi berbagai macam kebutuhan perusahaan industri lain dengan spesialisasi Mechanical dan Electrical Engineering. Dalam perhitungan harga pokok produksi, perusahaan ini hanya mempertimbangkan harga bahan baku material dan jasa. Hal ini masih kurang tepat dan belum terperinci. Perhitungan harga pokok produksi sangat mempengaruhi besarnya harga jual dan laba yang diperoleh oleh perusahaan. Perhitungan harga pokok produksi akan lebih akurat apabila menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) System. Activity Based Costing (ABC) System merupakan metode penentuan harga pokok yang menelusuri biaya keseluruh aktivitas dan pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada metode yang digunakan perusahaan, biaya overhead pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja yaitu jumlah unit produksi. Pada Activity Based Costing (ABC) System, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada beberapa cost driver sehingga Activity Based Costing System mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap produk secara tepat berdasar konsumsi masing-masing aktivitas. Perhitungan harga pokok produksi dan harga jual menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) System diharapkan mampu memperoleh hasil yang lebih akurat dan mengetahui apakah terjadi pembebanan biaya produk terlalu rendah (undercosted) atau atau pembebanan biaya terlau tinggi (overcosted).

Published
2018-01-19