Analisis Postur Kerja dan Re-design Alat Bantu Outboard Engine pada Laboratorium dan Training Centre Reparasi Mesin Kapal

Main Article Content

Haidar Natsir Amrullah
R. Dimas Endro Witjonarko
Benedicta Dian Alfanda
Abdul Gafur
George Endri Kusuma

Abstract

Teaching Factory merupakan konsep pembelajaran yang dicanangkan PPNS yang mengacu pada standard dan prosedur yang berlaku di industri. Konsep pembelajaran Teaching Factory tersebut dilaksanakan dengan model Dual System yaitu model pembelajaran dengan melibatkan mitra industri sebagai instruktur dan fasilitator dalam praktek yang dilakukan di PPNS. Teknik Permesinan Kapal merupakan salah satu program studi yang ada di PPNS, dengan fokus bidang keahliannya adalah pada permesinan dan sistem dalam kapal. Untuk menunjang dan meningkatkan keahlian mahasiswa Teknik Permesinan Kapal, PPNS akan menyediakan Laboratorium khusus untuk outboard engine sehingga mahasiswa dapat mempelajari secara langsung,

Permasalahan utama yang ada pada laboratorium outboard engine PPNS adalah pada aspek ergonomi. Alat bantu untuk praktikum reparasi outboard engine memiliki dimensi yang tidak sesuai dengan anthropometri tubuh operator sehingga memiliki risiko keluhan otot skeletal. penelitian ini dimulai dengan pengukuran skor RULA untuk pekerjaan reparasi Outboard Engine. Hasil skor RULA digunakan sebagai acuan penentuan dimensi alat bantu pekerjaan reparasi Outboard Engine dengan memperhatikan konsep athropometri dalam perancangan fasilitas kerja. Hasil re-design alat bantu kemudian diterapkan dan dilakukan perhitungan skor RULA setelah redesign sebagai perbandingan kondisi postur kerja sebelum dan sesudah dilakukan re-design. Postur kerja awkward pada operator memberikan beban berlebih dan berpotensi terjadi gangguan WMSDs. Hal ini ditunjukkan dari hasil skor RULA pada pekerjaan reparasi mesin sebesar 5 untuk bagian head mesin dan 6 untuk bagian blade. Redesign alat bantu outboard engine memungkinkan operator untuk bekerja dengan postur yang lebih ergonomis dengan menghilangkan gerakan jangkauan lengan terlalu tinggi dan membungkuk. Terbukti dari hasil skor RULA setelah perbaikan turun sebesar 3 untuk bagian head mesin dan 2 untuk bagian blade.

Article Details

Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>