ANALISIS RISIKO ARC FLASH MENGGUNAKAN ETAP PADA BUS TEGANGAN MENENGAH DAN RENDAH

Main Article Content

Akhmad Selmy Jayyidi
Hendro Agus Widodo
Rona Riantini

Abstract

Sistem proteksi koordinasi dapat dioptimalkan pada perusahaan pembangkit listrik yang berlokasi di Paiton, Probolinggo dengan upaya untuk mencapai salah satu tujuan yaitu dapat meminimalisir risiko terjadinya gangguan. Hal tersebut dilakukan dengan optimalisasi sistem proteksi koordinasi. Penelitian diawali dengan mencari arus hubung singkat pada 16 busbar PLTU dan melakukan setting koordinasi proteksi. Selanjutnya menganalisis busur api sesuai standard IEEE 1584-2002 untuk menentukan besarnya insiden energi dan menentukan batas keamanan untuk para pekerja serta menentukan personal protective equipment (PPE) sesuai level insiden energi busur api sesuai standard NFPA 70E 2015. Hasil dari penelitian ini adalah arus hubung singkat maksimum terdapat pada busbar 7EP-LC-B22 dengan nilai 194,10 kA. Nilai insiden energi terbesar terdapat pada busbar 7EN-SWGR-C1 dengan nilai 28,74 (cal/cm2 ). Setelah dilakukan resetting koordinasi proteksi, nilai insiden energi mengalami penurunan pada busbar 7EM-SWGR-A yang semula 12,31 (cal/cm2 ) menjadi 12,11 (cal/cm2 ). Insiden energi juga mengalami kenaikan pada busbar 7EP-LC-B1A1 yang awalnya 2,92 (cal/cm2 ) menjadi 11,34 (cal/cm2 ). Pengendalian dilakukan dengan resetting ulang koordinasi proteksi dan memberikan label pada setiap busbar serta mewajibkan pekerja menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan level insiden energi busur api. Kata Kunci: Arc Flash, ETAP, IEEE 1584-2002, Koordinasi Proteksi, NFPA 70E 2015

Article Details

Section
Articles