PERANCANGAN SISTEM VENTILASI DI AREA FOUNDRY UNTUK MENGURANGI PAPARAN PARTIKULAT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Main Article Content

Dean Wily Nuari
George Endri Kusuma
Moch. Yusuf Santoso

Abstract

Sand casting merupakan salah satu metode pengecoran yang paling sering digunakan di industri manufaktur. Proses sand casting sendiri dilakukan dengan cara pembuatan cetakan menggunakan pasir yang dibentuk sedemikian rupa dan resin sebagai bahan perekat agar cetakan pasir kokoh. Penggunaan metode sand casting memiliki dampak negatif yaitu menghasilkan debu partikulat yang mana dapat mengakibatkan gangguan pernafasan bagi pekerja. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara pada tanggal 15 November 2017 di area foundry diperoleh nilai konsentrasi partikulat debu sebesar 11,42 mg/m3. Dimana nilai ini melebihi NAB yang telah ditentukan pada Permenakertrans No. PER. 13/MEN/X/2011 yaitu 10 mg/m3. Untuk menangani permasalahan ini, maka perancangan sistem ventilasi perlu dilakukan. Untuk mengetahui apakah hasil perancangan telah berhasil, maka dilakukan simulasi menggunakan software CONTAM. Berdasarkan hasil simulasi, system ventilasi berhasil menurunkan konsentrasi debu silika yang awalnya 11,42 mg/m3 menjadi 9 mg/m3 dalan jangka waktu dua jam sejak sistem ventilasi diaktifkan. Analisa Manfaat-Biaya juga dilakukan untuk mengetahui apakah sistem ventilasi bermanfaat atau tidak. Hasil Analisa Manfaat-Biaya yang telah dilakukan menunjukan nilai Benefit-Cost Ratio sebesar 4,39. Nilai tersebut menunjukkan bahwa perancangan sistem ventilasi memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.
Kata Kunci : Debu, NAB, Sand Casting, Ventilasi

Article Details

Section
Articles