Studi Deskriptif Heat Strain dan Faktor Risikonya pada Pekerja di Area Workshop Perusahaan Fabrikasi Baja
Abstract
Perusahaan fabrikasi baja merupakan salah satu industri dengan risiko tinggi terhadap paparan panas di lingkungan kerja. Kondisi lingkungan yang panas dapat menyebabkan gangguan kesehatan kerja, salah satunya heat strain, yang berdampak pada kenyamanan, keselamatan, serta produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi iklim kerja serta faktor individu dengan kejadian heat strain pada pekerja di area workshop 2 dan workshop 3. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling yang melibatkan 30 pekerja. Data dikumpulkan melalui pengukuran suhu tubuh, denyut nadi menggunakan Physiological Strain Index (PSI), kuesioner, dan data sekunder perusahaan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa mayoritas pekerja bekerja dalam iklim panas dengan nilai yang melebihi nilai ambang batas (NAB) yang ditetapkan. Sebagian besar pekerja mengalami heat strain dalam kategori ringan hingga sedang berdasarkan nilai PSI yang diperoleh. Faktor individu yang ditemukan berhubungan dengan kejadian heat strain meliputi usia ?40 tahun, konsumsi air kurang dari 8 gelas per hari, serta status obesitas. Selain faktor individu, kondisi lingkungan kerja seperti ventilasi yang kurang memadai dan paparan panas dari mesin produksi turut memperburuk situasi iklim kerja di area tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa heat strain masih menjadi masalah kesehatan kerja yang cukup tinggi di industri fabrikasi baja, khususnya pada area kerja dengan paparan panas berlebih.