Perencanaan Kegiatan Perawatan Pada Reach Stacker Menggunakan Metode RCM II Dan Pembuatan JSA

  • Kurnia Setyo Aji
  • Arief Subekti
  • Mey Rohma Dhani

Abstract

Reach stacker mempunyai intensitas pemakaian yang tinggi dan peranan penting di pelabuhan maka
kemungkinan terjadinya kerusakan harus dapat dicegah dan diminimalisir. Untuk menentukan kegiatan perawatan
yang tepat, maka terlebih dahulu ditentukan kegagalan fungsi dari setiap komponen menggunakan metode FMEA.
Untuk mencegah kegagalan fungsi pada komponen reach stacker, ditentukan jenis kegiatan perawatan dari setiap
komponen yang mengalami kegagalan fungsi menggunakan metode RCM II. Selanjutnya melakukan perhitungan
kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan interval perawatan pada masing-masing komponen. Berdasarkan
hasil dari penelitian, menunjukan bahwa terdapat 24 bentuk kegagalan yang mempunyai potensi menyebabkan
terjadinya kegagalan fungsi pada reach stacker. Hasil penilaian risiko dengan risk priority number yang diberikan
dalam RCM II information worksheet menunjukan bahwa komponen kritis yang perlu mendapatkan prioritas
utama untuk diperhatikan adalah hose valve dan pump oil, karena memiliki kegagalan yang sangat tinggi dan dapat
mengakibatkan proses kegiatan bongkar muat menjadi terhenti. Hasil perhitungan interval perawatan (TM) dengan
mempertimbangkan biaya maintenance (CM) dan biaya perbaikan (CR), maka dapat diketahui nilai interval
perawatan optimal (TM) yang diperoleh untuk mencegah kegagalan pada komponen reach stacker lebih kecil dari
nilai MTTFnya. Instruksi kerja dibuat agar pekerja mengerti dan memahami urutan atau langkah pekerjaan
kegiatan perawatan yang dilakukan.

Published
2018-01-18