Penilaian Risiko Bahaya dan Penjadwalan Preventive Maintenance Menggunakan Metode FMECA dan RCM II di PG. Kebon Agung

  • Alifia Futri Nidi Ridha Rahmawati
  • Rina Sandora
  • Mades Darul Khairansyah

Abstract

PG. Kebon Agung adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pangan dengan hasil produksi berupa gula. Beberapa kecelakaan pernah terjadi di PG. Kebon Agung, salah satunya adalah pada tanggal 4 September 2016, terjadi kecelakaan yang diakibatkan adanya kegagalan komponen (component failure) berupa DSM screen yang berfungsi sebagai penyaring agar ampas kasar tidak masuk kedalam juice heater, tidak bekerja. Akibatnya, terjadi kebocoran nira panas karena deksel penahan atas terlepas dan menyebabkan seorang pekerja mengalami luka bakar. Kegagalan komponen tersebut diakibatkan karena kurangnya monitoring kondisi peralatan dan perawatan yang kurang memadahi (insufficient maintenance). Untuk itu dibutuhkan penilaian risiko dengan menggunakan Failure Mode Effect and Critically Analysis untuk dapat mengetahui bahaya dan efek yang mungkin ditimbulkan serta penjadwalan perawatan optimal dengan menggunakan Reliability Centered Maintenance II. Stasiun Ketel memiliki risiko bahaya tertinggi dengan nilai IMRI 1C (tinggi) dan nilai FMRI 1D (serius). Kegagalan yang berdampak pada factor keselamatan salah satunya adalah kebocoran/ kerusakan pipa boiler proper. Sedangkan kegagalan yang dapat berdampak pada operasi salah satunya adalah furnace kekurangan bahan bakar. Salah satu kegagalan yang dapat berdampak pada lingkungan adalah electrostatic pada dust collector tidak beroperasi. Dari perhitungan dan setelah perankingan dilakukan didapatkan bahwa nilai critically number tertinggi adalah Superheater dengan nilai 0.00558101 dan terendah Dust Collector dengan nilai 0.00047386. Bearing Induced Draft Fan memiliki interval waktu perawatan terlama yakni setiap 3938.504 jam dan terendah adalah bagasse feeder setiap 48.867 jam sekali.

Published
2018-01-17