Identifikasi Bahaya Pada Pekerjaan Maintenance Kapal Menggunakan Metode HIRARC dan FTA Dengan Pendekatan Fuzzy di Industri Kapal

Main Article Content

Andri Kurniawan
Mardi Santoso
Mey Rohma Dhani

Abstract

Industri kapal merupakan salah satu perusahaan di indonesia yang bergerak dalam pekerjaan maintenance
kapal. Sebagai salah satu perusahaan yang mempunyai kewajiban untuk menerapkan Sistem Management K3 (SMK3) dan melakukan risk assessment terhadap setiap tahap pekerjaannya. Pada pekerjaan maintenance kapal terdapat berbagai macam penyebab terjadinya kecelakaan, tercatat pada 2 tahun terakhir ini telah terjadi kecelakaan lebih dari 20 kali, mulai kecelakaan ringan sampai yang berat. Oleh karena itu penulis akan mengidentifikasi bahaya dengan menggunakan metode HIRARC. Pada penilaian risk rangking dilakukan perbandingan antara hasil risk rangking dari HIRARC dengan pendekatan fuzzy berdasarkan rule base pada peraturan AS/NZS 4360:2004. Pada level risiko high dan very high akan dilakukan identifikasi menggunakan metode FTA untuk menemukan penyebab dasar terjadinya kecelakaan, sehingga dapat melakukan suatu tindakan pencegahan terhadap kecelakaan. Dari hasil penelitian menggunakan metode HIRARC ditemukan 1 tingkat risiko very high, 7 tingkat risiko high, 20 tingkat risiko medium dan 10 tingkat risiko low, sedangkan hasil dari pendekatan fuzzy ditemukan 5 tingkat risiko very high, 4 tingkat risiko high, dan 29 tingkat risiko medium. Untuk pemberian solusi terhadap tingkat bahaya high dan very high dengan caramemberikan pelatihan terhadap pekerja dan memastikan kondisi sekitar aman untuk melakukan pekerjaan maintenance kapal.

Article Details

Section
Articles