Rekomendasi Pemeliharaan Sistem Pelumas pada Mesin Induk MV. Meratus Borneo dengan Metode RCM II dan Cost-Benefit Analysis
DOI:
https://doi.org/10.33863/cmea.v8i1.4008Keywords:
FMEA, Reliability Centered Maintenance II, Cost-Benefit Analysis, Sistem Pelumas KapalAbstract
Pelumasan pada mesin utama di kapal sangat penting untuk menjaga agar komponen yang bergerak tidak cepat aus atau rusak. Kinerja sistem pelumasan yang tidak optimal akan menurunkan performa mesin induk dan dapat menyebabkan downtime yang tidak terduga dengan biaya perbaikan yang besar. Maka dari itu, untuk mengantisipasi dan menekan risiko kegagalan pada sistem pelumasan, perlu dilakukan analisis kerusakan pada setiap komponen pelumas. Rekomendasi pemeliharaan yang baik dapat ditentukan melalui metode reliability centered maintenance II, serta menghitung kelayakan strategi pemeliharaan secara ekonomis dengan menggunakan cost-benefit analysis. Hasil dari metode RCM II menunjukkan bahwa lube oil pump adalah komponen paling berisiko yang memiliki nilai RPN 64 dengan scheduled discard task pada interval waktu 3708,44 jam. Selain itu, nilai reliability lube oil pump adalah sebesar 0,604 pada t = 6000 jam. Hasil analisis biaya menunjukan bahwa nilai benefit-cost ratio untuk lube oil pump adalah 26,92. Hal ini menunjukan bahwa strategi pemeliharaan yang dipilih layak secara ekonomis karena nilai BCR > 1.