ANALISIS EMISI GAS BUANG PADA FOUR STROKE DIESEL ENGINE MENGGUNAKAN MULTI-FEEDSTOCK BIODIESEL (MINYAK KELAPA SAWIT, MINYAK JELANTAH, MINYAK KEDELAI) DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF 2-EHN PADA BEBAN 4000 WATT
DOI:
https://doi.org/10.33863/cmea.v8i1.4006Keywords:
Four-Stroke Diesel Engine, Petroleum, Multi-Feedstock Biodiesel, PerformanceAbstract
Meningkatnya emisi gas bahan bakar fosil yang menyebabkan efek gas rumah kaca (GRK) namun emisi juga dapat mengindikasikan kondisi meisn diesel, hal ini mendorong pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan emisi gas yang dihasilkan bahan bakar multi-feedstock biodiesel yang terbuat dari minyak kelapa sawit, minyak jelantah dan minyak kedelai dengan campuran pertamina dex pada four stroke diesel engine. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi campuran B40 dan B40 dengan penambahan zat aditif 2-ethylhexyl nitrate (2-EHN) dan dengan pengujian emisi gas buang pada putaran engine 1000 RPM, 1200 RPM dan 1400 RPM dengan beban lampu 4000 Watt. Parameter yang diuji adalah titik nyala, densitas, viskositas, angka setana nilai kalor, serta emisi CO, NOx dan SO2. Hasil penelitian menunjukkan campuran bahan bakar B40 dengan penambahan zat aditif memiliki performa terbaik yang menunjukkan peningkatan karakteristik dengan angka setana (>59,2 (min)), viskositas menurun menjadi 5,78 cSt, serta emisi CO yang lebih rendah dengan kadar paling tinggi pada 84,89 mg/m³. namun emisi NOx mengalami sedikit peningkatan dengan kadar tertinggi 165,9 mg/m³ namun masih di bawah batas standar baku mutu emisi gas buang, yaitu 3400 mg/m³. kesimpulannya multi-feedstock biodiesel B40 dengan penambahan zat aditif 2-ethylhexyl nitrate (2-EHN) memiliki potensi menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar komersil.