Rancang Bangun Evaporator Pada Exhaust 4-Sroke Fuel Injection SI Engine Sepeda Motor Untuk Dual Fuel Bensin-uap Bioethanol

  • M Ziky Ruliansyah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • George Endri Kusuma Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Muhammad Shah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Keywords: Bioetanol, gas analyzer, dynotest, Euro IV, full to full

Abstract

Permasalahan tentang bahan bakar fosil yang mengemuka pada tahun-tahun ini adalah permasalahan tentang menipisnya jumlah bahan bakar fosil dan pemanasan global. Data konsumsi bahan bakar minyak pada 2016 meningkat 2,76% menjadi 73,56 juta kiloliter dari tahun sebelumnya dan dikhawatirkan akan terus naik setiap tahunnya. Seiring meningkatnya konsumsi bahan bakar polusi yang dihasilkan akan terus meningkat sehingga pemerintah perlu meningkatkan aturan batas emisi gas rumah kaca melalui Peraturan Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 atau yang lebih dikenal dengan Euro IV. Pengujian perfomance dilakukan menggunakan chassis-type dynotest. Penelitian ini dilakukan dengan variasi valve bukaan 30º, 60º, 90º untuk saluran uap ethanol dan variasi RPM 2000, 3000, 4000, 5000, 6000 untuk engine. Pengambilan fuel consumption menggunakan metode full to full. Pada penelitian ini didapatkan kandungan emisi terbaik pada bukaan valve 90o yaitu CO 0,41% dan HC 98 ppm dibanding single fuel(pertalite) nilai CO 4,87% dan HC 374 ppm. Nilai perfomance terbesar yang dihasilkan dual-fuel yaitu pada bukaan valve 30o sebesar 5,2 kW pada 6000 RPM dan torsi 10,7 Nm pada 3000RPM dibandingkan pertalite daya dan torsi yang dihasilkan 5,1 kW dan 10,47 Nm. Efisiensi thermal tertinggi (3000 RPM) pada kendaraan mengalami penurunan dari 95,6% menjadi 80,97% setelah modifikasi dual-fuel (settingan katup 30o).

Published
2021-02-12