Analisa Kebijakan Penjadwalan Perawatan pada Main Engine MV. Tanto Bersinar dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance

  • Dories Putra Pradana Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Muhammad Shah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Abdul Gafur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Keywords: Keandalan, Konsekuensi Resiko, Mesin Utama, Perawatan, RCM

Abstract

Mesin utama memiliki peranan penting dalam menunjang kegiatan berlayar karena jika mengalami kegagalan maka kapal tidak bisa berjalan dan menimbulkan kerugian ekonomi. Saat ini PT. Tanto Intim Line melakukan perawatan di semua kapalnya berdasarkan corrective maintenance. Metode tersebut dinilai masih belum efektif untuk menangani kegagalan yang terjadi, karena sedikitnya sumber daya manusia yang tersedia sehingga belum teratasi dengan baik. Dengan demikian, diperlukan maintenance task yang tepat, sehingga perusahaan dapat memprediksi kerusakan yang terjadi dan menyediakan suku cadang baru sebelum kerusakan terjadi. Metode perawatan yang sesuai dalam menentukan apa yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan RCM (Reliability Centered Maintenance), dengan metode ini dapat diketahui jenis perawatan dan interval perawatan yang sesuai untuk setiap komponen yang mengalami kegagalan. Berdasarkan analisa didapatkan frekuensi kegagalan pada komponen injector sebesar 6 kali/tahun, komponen piston dengan frekuensi kegagalan 4 kali/tahun. Dengan didapatkannya hasil frekuensi kerusakan maka dapat ditentukan strategi perawatan pencegahan (preventive maintenance) untuk komponen yang memiliki tingkat resiko paling tinggi dan menengah sehingga mempengaruhi biaya, produksi, dan kesehatan serta keselamatan kerja adalah piston, injector, cylinder head, cylinder liner, governor, fuel injection pump dan perawatan saat terjadi kerusakan (corrective maintenance) untuk komponen yang memiliki tingkat resiko paling rendah adalah connecting rod & crosshead, thrust bearing, crankshaft.

Published
2021-02-12