Upaya Pemanfaatan Udara Panas pada AC Central Gedung Direktorat sebagai Program CSR Media Penetas Telur

Main Article Content

M. Masrukhi
Ega Avianto
Egi Sepfriansyah
Abdul Gafur
Ekky Nur Budianto

Abstract

Pada proses pengeraman secara konvensional dilakukan di bawah induk ayam secara langsung agar terjadi pada suhu udara dengan temperatur sesuai. Hal tersebut dilakukan agar suhu hangat dapat langsung terkena pada telur dan membuat embrio dalam telur tumbuh lebih sempurna. Embrio dalam telur unggas akan cepat berkembang selama suhu telur berada pada kondisi yang sesuai dan akan berhenti berkembang jika suhunya kurang dari yang dibutuhkan. Dengan kata lain proses pengeraman harus dilakukan dengan peletakan induk dengan telur di dalam kandang tertutup. Pengeringan dengan ruangan tertutup memerlukan waktu selama 21 hari bila keadaan baik untuk menetaskan telur (keadaan telur yang tetap bisa menetas dan memiliki ukuran yang relatif normal) pada suhu 37oC, dalam peneltian penetasan ungas) Maka sangat perlu adanya perkembangan pada proses pengeraman untuk mengatasi masalah intensitas suhu. Olah limbah Pintar merupakan alat inovasi yang dikemas dalam program “CSR” (Corporate Social Responsibility) melalui pemanfaatan panas pendingin kompresor AC Central untuk menyediakan udara panas hasil transfer kalor dari fluida lain yang masuk ke dalam chamber atau ruangan OLPI dengan jalur berbeda. Waste managent innovation ini memberikan udara panas akibat suhu tinggi yang dilalui pada tubing tambahan (pipa-pipa sebagai transfer kalor). Dengan menggunakan teknologi kalor ini maka didapatkan panas yang dibutuhkan dalam proses pengeraman, sehingga kebutuhan suhu eram dapat terpenuhi secara lebih intensif, terlebih pada biaya yang hemat karena media fluida panas yang digunakan merupakan hasil udara panas dari kompresor pendingin AC central.

Article Details

Section
Seminar MASTER 2019