Recovery Amonium Hidroksida (NH4OH) dari Limbah Regenerasi Mengandung (NH4)2SO4 dengan Menggunakan Distilasi Vakum

Main Article Content

Asadina Kusma Cahyaninggalih
Adhi Setiawan
Novi Eka Mayangsari

Abstract

Amonium hidroksida (NH4OH) adalah senyawa basa bentuk dari amonia (NH3) yang terionisasi dan terlarut dalam air. Amonia bereaksi secara reversibel dengan air menghasilkan ion amonium (NH4+) dan ion hidroksida (OH-). Amonium hidroksida digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menerapkan All Volatile Treatment sebagai pengatur pH air baku pada kisaran 9,1 – 9,4 agar peralatan terjaga dari korosi dan juga untuk menghindari kondiktivitas melebihi 0,2 µS/cm agar tidak terjadi scalling. Terdapat unit Condensate Polisher yang berfungsi sebagai proteksi apabila Condenser mengalami kebocoran. Di dalamnya terjadi proses ion exchange oleh resin kation-anion untuk menukar ion NH4+, Na+, Cl-,SO42-. Seiring waktu resin tersebut akan jenuh, sehingga dilakukan proses regenerasi. Limbah regenerasi ini mengandung ion NH4+ dalam senyawa (NH4)2SO4 yang selanjutnya akan diproses di Ammonia Recovery Plant (ARP) untuk direcovery menjadi NH4OH. Penelitian ini dilakukan untuk mengetehui pengaruh pH (8, 9, 10, 11, 12) dan temperatur (52⁰C, 57⁰C, 62⁰C, 67⁰C, 72⁰C) terhadap recovery NH4OH dari limbah regenerasi Condensate Polisher. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat distilasi skala laboratorium pada tekanan vakum 40 kPa selama 120 menit dan analisanya menggunakan metode Spektrofotometri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa recovery NH4OH dengan hasil paling besar adalah pada kondisi pH 12 dan tempratur 62⁰C yaitu dengan persen recovery sebesar 61,08 %.

Article Details

Section
Articles