Studi Karakteristik Lumpur Intake Perusahaan Pembangkit Listrik

Main Article Content

Kusnul Dwi Ratnasari
Denny Dermawan
Moch. Choirul Rizal

Abstract

Kegiatan produksi listrik membutuhkan air yang cukup banyak untuk air pengisi boiler, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air dilakukan pengambilan air laut. Dari kegiatan pengambilan air laut menghasilkan sedimen yang cukup banyak pada intake. Selama ini lumpur intake diambil dan ditampung pada tempat penampungan sementara dengan volume storage pond A sebesar 125.443,32 m3 dan storage pond B sebesar 361.335,24 m3. Melihat potensi lumpur yang begitu banyak, penelitian ini mencoba menganalisa karakteristik pada lumpur intake agar dapat dilakukan pemanfaatan. Metode yang digunakan adalah pengujian ukuran butir sesuai SNI 3423:2008, selanjutnya diplotkan pada segitiga tanah menurut United State Departement of Agriculture (USDA). Pengujian kandungan senyawa maupun unsur pada lumpur intake dengan menggunakan metode X-Ray Flourescence Spectrometer (XRF), selanjutnya dikomparasikan dengan kandungan senyawa-senyawa maupun unsur-unsur pada lempung. Hasil penelitian ini menunjukkan lumpur intake tergolong pada tanah lempung sesuai dengan ploting pada segitiga USDA. Kandungan senyawa terbesar yaitu Silika Dioksida (SiO2) sebesar 34,59% untuk sampel grab dan 45,7 - 46% untuk sampel composite place, dan unsur terbesar yang terkandung adalah Silika (Si) sebesar 32,7% – 32,8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa lumpur intake secara teknis layak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan produk dari tanah liat.

Article Details

Section
Articles