Pengolahan Sampah Kapas, Sampah Daun Pisang, dan Kotoran Kelinci menjadi Kompos dengan Metode Aerobik

Main Article Content

Rizki Alifiya Nurbiyanti
Vivin Setiani
Ayu Nindyapuspa

Abstract

Industri tekstil menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya jumlah timbulan sampah kapas. Dikatakan demikian, dikarenakan sampah kapas di lingkungan industri tekstil tidak dilakukan pengolahan sebagai tindakan untuk meminimalkan jumlah timbulan sampah kapas. Hal ini dapat menimbulkan polusi dan penyakit jika tidak ditindak lanjuti. Selain itu, permasalahan lain yang juga menjadi perhatian adalah sampah daun pisang. Sampah daun pisang sering kali ditumpuk kemudian dibakar di sekitar lingkungan pemukiman penduduk, maka tindakan ini dapat menimbulkan polusi udara. Salah satu solusi alternatif atas permasalahan tersebut adalah dengan cara memanfaatkan sampah menjadi kompos. Pada penelitian ini, pembuatan kompos memanfaatkan sampah kapas, sampah daun pisang (Musa balbisisana) dan kotoran kelinci. Metode pengomposan yang digunakan secara aerobik dengan jenis reaktor yaitu aerobic composting bin. Adapun variabel penelitian yaitu variasi komposisi sampah kapas sebesar 20,33%; sampah daun pisang sebesar 20,33%; dan kotoran kelinci sebesar 59,35%. Kualitas kompos yang mampu dihasilkan pada penelitian ini meliputi nilai rasio C/N sebesar 11,05; C-Organik sebesar 10,17%; NTotal sebesar 0,92%; Fosfor sebesar 0,08%; dan Kalium sebesar 1,30%.

Article Details

Section
Articles