PERANCANGAN MESIN PENGADUK LIMBAH GLISERIN (STUDI KASUS DI INDUSTRI PABRIK SEMEN)
DOI:
https://doi.org/10.33863/cdma.v9i1.3668Keywords:
limbah gliserin, mesin pengaduk, metode elemen hingga, metode ulrich, tegangan statisAbstract
Limbah gliserin merupakan produk samping dari industri biodiesel yang memiliki nilai kalor sebesar 25.175,98 kJ/kg, sehingga berpotensi menggantikan sebagian penggunaan batu bara dalam proses pembakaran di industri semen. Penggunaannya dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung upaya transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Namun, karakteristik fisiknya yang kental dan mudah mengeras pada suhu rendah menyebabkan tantangan dalam aplikasinya sebagai bahan bakar alternatif. Untuk itu, dibutuhkan mesin pengaduk khusus guna menjaga limbah gliserin tetap dalam kondisi cair dan homogen sebelum digunakan dalam proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pengaduk limbah gliserin menggunakan metode Ulrich, yang mencakup identifikasi kebutuhan, penetapan spesifikasi teknis, pengembangan serta seleksi konsep desain, hingga penyempurnaan desain akhir. Tiga konsep desain dikembangkan berdasarkan kriteria proses manufaktur, kemudahan operasional, dan perawatan jangka panjang. Desain dan simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Autodesk Fusion 360. Analisis kekuatan rangka dengan Metode Elemen Hingga menunjukkan bahwa desain memiliki faktor keamanan sebesar 2,83, dengan tegangan maksimum 15,794 MPa, masih berada di bawah batas tegangan yang diizinkan (125 MPa), sehingga aman secara struktural. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan mesin serupa, mendukung pemanfaatan limbah gliserin, mengurangi emisi karbon, memperpanjang umur pakai peralatan, serta meningkatkan daya saing industri semen di masa depan.


